Cak Imin Makin Ngotot Minta Kursi Ketua MPR

0 82

Beriklan? Hubungi : 0852 5602 6765

JAKARTA, JawaPos.com – Posisi ketua MPR periode 2019-2024 sudah banyak diincar oleh parpol-parpol yang lolos ke Senayan. Salah satu yang paling ngotot adalaha Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PKB yang juga kandidat Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, sampai saat ini partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin sedang melakukan diskusi mengenai siapa yang bakal menjadi ketua MPR.
“Kita sudah bersepakat akan didiskusikan lebih matang, lebih detail lagi, sampai tuntas pada 1 Oktober,” ujar Cak Imin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/8).
Menurut Cak Imin, hingga saat ini belum ada kesepakatan dari masing-masing partai koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin mengenai kursi Ketua MPR. Sehingga komunikasi terus dilakukan supaya ada satu kesepakatan.
“Tapi sampai hari ini formula detailnya belum. Jadi masih dibahas siapa ketua, siapa wakil ketua MPR untuk periode 2019-2024,” katanya.
Cak Imin juga mengatakan, dirinya akan terus melobi partai-partai koalisi supaya bisa diizinkan menempati jatah Ketua MPR. Baginya walaupun ada kader partai yang lebih baik darinya. Namun untuk jabatan Ketua MPR sebaiknya diserahkan kepadannya.
‎”Saya sih silakan saja kalau ada yang lebih baik dari saya enggak ada masalah. Tapi kalau lebih baik saya (jadi Ketua MPR) kan kira-kira gitu‎,” katanya.
Lebih lanjut Wakil Ketua MPR ini mengatakan, masing-masing partai sudah menyampaikan kemauannya untuk bisa duduk di Kursi Ketua MPR. Namun hal itu terus dikomunikasikan sehingga mencapai satu kesepakatan.
“Semua sudah menyampaikan kemauannya, semua ingin ketua, nanti kita lihat figur ketua yang paling pas,” tuturnya.
Cak Imin berujar, pemilihan Ketua MPR akan dilakukan secara musyawarah dengan para pimpinan partai politik. Sehingga menghindari adanya voting atau mekanisme dengan suara terbanyak.
‎”Kita sepakat untuk memutuskan bersama-sama, untuk tidak pecah,” pungkasnya. (JP)

Beriklan? Hubungi : 0852 5602 6765

Leave A Reply

Your email address will not be published.